Rabu, 09 Oktober 2013

(Networking is Important) Pertamax Terjun Ke Lapangan at Warnasari Village, Citangkil, Cilegon, Banten

Minggu ini w dan kelompok sosiologi dapet tugas buat survey ke kelurahan Warnasari, guna untuk menelisik lebih dalam 'masalah sosial apa aja sih yang terjadi di sana'. Awalnya kita ngajak salah seorang teman kita yang berdomisili di Cilegon, sebut saja Iin, sepertinya dia asli Cilegon. Walaupun kita baru pertama kali ke sana dan si Iin pun belum pernah ke desa Warnasari, kita tetap mengikuti petunjuk apa yang diberikan oleh Iin.
Estimasi perjalan kami perkirakan 3 kali menaiki kendaraan umum. kendaraan umum yang pertama kita alhamdulillah kita sampai dengan selamat. untuk yang kedua kita agak menunggu angkot, angkot tiba kami langsung menaikinya dan selama perjalanan Iin sedikit berkomunikasi dengan sang supir. Bla bla bla dan bla bla bla. Dia pun mengatakan bahwa sang supir menawarkan kita untuk di antarkan sampai tujuan, dengan pertimbangan kita belum tahu pasti akan tempat yang di tuju. Walaupun biaya yang dikeluarkan cukup besar, tetapi tak apalah. Dari pada lama di jalan, entah kesasar atau tidak. Di dalam perjalanan pun sang supir juga belum mengetahui di mana letak kelurahan Warnasari. Akhirnya kita pun sampai di tujuan sekitar pukul 11:40, kami berangkat sekitar pukul 10:00. Sesampai di sana kami di sambut oleh pak polisi, "waw ada apa gerangan polisi di sini". Kami pun dipersilahkan masuk ke dalam kelurahan untuk dipertemukan dengan Bapak Lurah setempat, namanya adalah Bpk Mahfud. Selanjutnya kami menanyakan apa yang memang sudah ditugaskan untuk kami. Dibantu dengan seklur, wawancara berjalan dengan lancarrrrr. diakhir wawancara, biasalah ada sesi dokumentasi, kami beserta Lurah dan Seklurnya photo bersama. Kebetulan hasil photo tadi langsung dicetak oleh bpk Seklur. Sembari menunggu hasil photo, kami sedikit berbincang-bincang dengan pak Lurah, saya pun menanyakan sebuah pertanyaan yang lebih personal kepada si bpk, "apa sih cita-cita bpk?". Beliau menjawab, "sebenarnya cita-cita saya itu menjadi seorang guru, maka dari itu jenjang yang saya ambil adalah yang mengarahkan kepada dunia pendidikan, alhasil saya studi di SGO (Sekolah Guru Olah Raga) D1, D2nya saya mengambil jurusan guru kelas dan guru olahraga. Alasannya agar saat mengajar di olahraga jenuh, saya dapat berpindah mengajar di kelas. Jadi say wisuda dalam setahun 2 kali. Sampai saya menempuh mendapat gelar Sarjana Pendidikan". Di benak saya langsung terpikir, hebat sekali dari jurusan kependidikan bisa menjabat di kursi kelurahan. Saya pun bertanya, "Mengapa, kok bisa?". Beliau menjawab, "Jadi gini, yang mengantarkan saya menjabat saya di sini yaitu karna pergaulan, saya berteman dengan siapa aja tanpa pandang bulu". Owh, itu menandakan bagaimana pentingnya sebuah networking. Bpk Mahfud dalam sejarah berorganisasinya selalu menjabat sebagai ketua. Beliau menambahkan selalu bersyukur terhadap apa yang diberikan Tuhan kepada kita dan saat kita diberikan kesempatan menjabat sebagai ketua, apa sih yang akan dilakukan untuk instansi yang dipimpin, itu aja yang dipikirkan. Tinggal implementasi di lapangan setelahnya. Akhirnya photo pun sudah di cetak kami pun pulang ke kediaman masing-masing. Kesimpulan yang dapet gue ambil di sini, gimana kita gak terlalu memikirkan apa yang kita geluti sekarang (jurusan), just do the best dan memperbanyak pergaulan yang baik untuk kita. Jalan Tuhan kan gak ada yang tahu bagaimana, kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berusaha untuk mencapai apa yang diimpikan dan selalu diiringi dengan doa. Sekian tulisan gue, semoga bermanfaat.

Serang, 9 Oktober 2013

0 komentar:

Posting Komentar

bagi yang pengen berbagi cerita atau curhat ke gue bisa leave comment di bawah.